Pages

Tampilkan postingan dengan label Debian 5. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Debian 5. Tampilkan semua postingan

Debian 5 - Squid (Proxy)

 Squid adalah sebuah daemon yang digunakan sebagai proxy server dan web cache. Squid memiliki banyak jenis penggunaan, mulai dari mempercepat server web dengan melakukan caching permintaan yang berulang-ulang, caching DNS, caching situs web, dan caching pencarian komputer di dalam jaringan untuk sekelompok komputer yang menggunakan sumber daya jaringan yang sama, hingga pada membantu keamanan dengan cara melakukan penyaringan (filter) lalu lintas. Meskipun seringnya digunakan untuk protokol HTTP dan FTP, Squid juga menawarkan dukungan terbatas untuk beberapa protokol lainnya termasuk Transport Layer Security (TLS), Secure Socket Layer (SSL), Internet Gopher, dan HTTPS. Versi Squid 3.1 mencakup dukungan protokol IPv6 dan Internet Content Adaptation Protocol (ICAP).
Squid pada awalnya dikembangkan oleh Duane Wessels sebagai "Harvest object cache", yang merupakan bagian dari proyek Harvest yang dikembangkan di University of Colorado at Boulder. Pekerjaan selanjutnya dilakukan hingga selesai di University of California, San Diego dan didanai melalui National Science Foundation. Squid kini hampir secara eksklusif dikembangkan dengan cara usaha sukarela.
Squid umumnya didesain untuk berjalan di atas sistem operasi mirip UNIX, meski Squid juga bisa berjalan di atas sistem operasi Windows. Karena dirilis di bawah lisensi GNU General Public License, maka Squid merupakan perangkat lunak bebas.

Konfigurasi script untuk squid sangatlah banyak, namun kali ini saya akan membahas bagian pentingnya saja.
Gunakan text editor yang memiliki fasilitas “search”, agar lebih mudah.

 tkj-waybungur:~# nano /etc/squid/squid.conf 
Untuk fasilitas search pada nano, tinggal tekan CTRL + W lalu ketikan port 3128. Setelah itu, cari dan edit bagian berikut, dan hilangkan
tanda pagar “#” agar menjadi Enabled.

#Keterangan:
http_port 3128 transparent (tambahkan “transparent”)
cache_mem 16 MB (kurang-lebih ¼ dari memory)
cache_mgr admin@tkj-waybungur.co.id
visible_hostname proxy.tkj-waybungur.co.id
#
 
Kemudian CTRL + W lagi, ketikan acl CONNECT, dan tambahkan script berikut tepat di bawahnya.

#Keterangan:
acl url dstdomain “/etc/squid/url” (jika domain yang di blok)
acl key url_regex –i “/etc/squid/key” (jika kata yang di blok)
http_access deny url
http_access deny key
acl lan src 192.168.10.0/24 (ip lokal)
http_access allow lan
http_access allow all
#

Simpan dengan menekan CRTL + X lalu Y dan ENTER.

Blokir Situs
Buat file untuk daftar situs-situs dan kata-kata yang akan diblokir.

 tkj-waybungur:~# nano /etc/squid/situsterlarang.txt 

Cek apakah konfigurasi sudah benar atau masih ada yang salah, dan juga untuk membuat swap.
 tkj-waybungur:/etc/squid# squid –z 
 2011/03/01 10:56:46| Squid is already running! Process ID 2314 
 
Konfigurasi IpTables
Sedikit konfigurasi pada iptables, untuk redirect port 80 (HTTP) ke port 3128 (PROXY).

 tkj-waybungur:~# nano /etc/rc.local 


iptables –t nat –A PREROUTING –p tcp --dport 80 –j REDIRECT --to-port 3128 (Tambahkan ini)


Modifikasi Halaman Proxy
Bagian ini hanya opsional saja, anda bisa melewatinya jika tidak ingin lama. Selain tampilan default laman squid yang
begitu-begitu saja, anda juga bisa memodifikasinya lagi sesuai kebutuhan anda.
 tkj-waybungur:~# cd /usr/share/squid/errors/English/ 
Dalam direktori tersebut terdapat banyak sekali file-file laman error SQUID. Semua file tersebut menggunakan
pemrograman web HTML saja. Kita hanya akan memodifikasi untuk laman web yang diblokir, dan dns-unresolveable.
 tkj-waybungur:/usr/share/squid/errors/English# nano ERR_ACCESS_DENIED 
 tkj-waybungur:/usr/share/squid/errors/English# nano ERR_DNS_FAIL 
Edit kedua file HTML diatas, sesuai kreativitas anda. Dan terakhir, restart daemon squid tentunya,
 tkj-waybungur:~# /etc/init.d/squid restart 


Pengujian
Pengujian kita lakukan pada sisi client windows. Server Proxy tersebut akan menjadi TRANSPARENT jika ada koneksi ke Internet. Namun jika digunakan dalam lingkup Local Area Network, yang tidak terjamah Internet, maka kita harus menkonfigurasi MANUAL PROXY pada sisi client terlebih dahulu.
Jika ingin tetap kelihatan Transparent, walau di jaringan local. Anda bisa menggunakan Ip Address Alias, dan dikombinasikan dengan Virtual Domain. Just try this out.

Debian 5 - Firewall





Firewall dalam sebuah server sangat penting untuk menjaga system keamanan jaringan kita, untuk itu jika kita ingin membuat sebuah server jangan lupa untuk konfigurasi firewall. Disini saya akan share cara untuk memblokir port-port tertentu dalam Debian 5, langkah-langkah konfigurasi :

*  Sebagai contoh, saya akan memblokir port ssh ( 22 ), dan port ftp ( 21 )
1. Ketik perintah nano /etc/rc.local
2. lalu tambahkan script berikut di atas exit 0

iptables -A INPUT -p tcp --dport 21 -j DROP
iptables -A INPUT -p tcp --dport 22 -j DROP

Atau bisa juga menggunakan script berikut :
iptables -A INPUT -p tcp -m multiport --port 21,22 -j DROP

Setelah selesai tekan ctrl+o untuk simpan konfigurasi, tekan ctrl+x untuk keluar
Kemudian restart dengan mengetikan perintah reboot

Cara Konfigurasi Firewall untuk mengijinkan port-port tertentu, tetapi selain port yang kita ijinkan akan di block :

*  Sebagai contoh, saya akan mengijinkan port http ( 80 ), port DNS ( 53 ), port DHCP ( 68 ), port POP3 ( 110 ), port SMTP ( 25 ), dan port squid ( 3128 )
1. Ketik perintah nano /etc/rc.local
2. lalu tambahkan script berikut di atas exit 0

iptables -A INPUT -p tcp --dport 80 -j ACCEPT
iptables -A INPUT -p tcp --dport 53 -j ACCEPT
iptables -A INPUT -p tcp --dport 68 -j ACCEPT
iptables -A INPUT -p tcp --dport 110 -j ACCEPT
iptables -A INPUT -p tcp --dport 25 -j ACCEPT
iptables -A INPUT -p tcp --dport 3128 -j ACCEPT
iptables -A INPUT -j DROP

Atau bisa juga menggunakan script berikut :
iptables -A INPUT -p tcp -m multiport --port 80,53,68,110,25,3128 -j ACCEPT
iptables -A INPUT -j DROP

Setelah selesai tekan ctrl+o untuk simpan konfigurasi, tekan ctrl+x untuk keluar
Kemudian restart dengan mengetikan perintah reboot

Debian 5 - DHCP server

DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah protokol yang berbasis arsitektur client/server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat IP dalam satu jaringan. Sebuah jaringan lokal yang tidak menggunakan DHCP harus memberikan alamat IP kepada semua komputer secara manual. Jika DHCP dipasang di jaringan lokal, maka semua komputer yang tersambung di jaringan akan mendapatkan alamat IP secara otomatis dari server DHCP. Selain alamat IP, banyak parameter jaringan yang dapat diberikan oleh DHCP, seperti default gateway dan DNS server.

Tanpa panjang lebar lagi,, langsung aja.... :D


A. Install DHCP
  Debian:~#apt-get install dhcp3-server 


di enter aja
 

(keterangan: ada kata " failed! " itu tidak apa-apa, karena kita belum mengkonfigurasinya)


B. Konfigurasi DHCP
 Debian:~#nano /etc/dhcp3/dhcpd.conf 
        





C. Konfigurasi eth untuk DHCP
 Debian:~#nano /etc/ default/dhcp3-server  




C. Restart DHCP
 Debian:~#/etc/ init.d/dhcp3-server  restart 


SELAMAT MENCOBA !!!! :D

Debian 5 - SAMBA server

Samba Server berfungsi sebagai file server, untuk file sharing dalam jaringan local. Samba telah
terakomodasi, sehingga dapat berjalan dalam lingkungan linux maupun windows.

a. Install Paket (samba).

 debian:~# apt-get install samba 

b. Mebuat direktori file server.

 debian:~# mkdir /home/edi/share  

 debian:~# chmod 777 /home/edi/share  (ubah permission jadi 777).
(keterangan: edi di sini adalah user, jika belum membuat user, silakan di buat dahulu 
debian:~# adduser edi lalu berikan password)

c. Buat user yg boleh akses.

 debian:~# useradd samba123 

 debian:~# smbpasswd  samba123 
(keterangan : berikan password sesuia keinginan anda)

d. Edit file konfigurasi (smb.conf).

 debian:~# nano /etc/samba/smb.conf 
Kemudian edit seperti berikut :
workgroup = WORKGROUP (samakan dengan jaringan di Windows anda).


Cari tulisan [printers] tambahkan seperti dibawah ini :


e. Restart samba server.
 debian:~# /etc/init.d/samba restart 

f. Mengecek di windows
-  Tekan Logo windows + R. Lalu ketikan Alamat IP anda (contoh: \\192.168.1.1) lalu enter. 
-  Lalu masukan user dan password yang kita buat tadi diatas pada lankah c. Buat user yg boleh akses 


SELESAI..... selamat mencoba